Di tengah keramaian dunia
Aku menyepi di kesendirian
Merenungi setiap nafas
Memahami setiap lembaran takdir
Di kegundahan
aku terpana
Menatap sinar
yang berbinar
Membius
merasuki relung qalbu
Dari matamu
yang sayu
Semua merinding tegak berdiri
Bagaikan hujan di gurun pasir
Kau sirami hatiku dengan citramu
Meski romanmu tampakkan kebencian
Mata ini tak
ingin berbuat zina
Ku menunduk
dalam kenaifan
Saat netraku
tertembus sinar matamu
Seolah ku tak
mau
Bertemu pandang
denganmu
Ku memuji kebesara Illahi
Dalam doa dan sujudku
Mampukah aku mengenal
Dara manis yang bercahaya itu
Yang terbalut dalam busana putih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar